PURWODADI — Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, Pondok Pesantren Manba’ul A’laa Purwodadi membuktikan bahwa institusi pendidikan tradisional mampu beradaptasi secara dinamis tanpa kehilangan jati dirinya. Hal ini tercermin dalam keterlibatan aktif lima santri delegasi pesantren dalam pelatihan pengelolaan website dan literasi jurnalistik yang menjadi bagian krusial dari rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) serta Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK). Agenda strategis yang diinisiasi oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA Manba’ul A’laa Purwodadi ini berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada tanggal 26 hingga 27 Januari 2026, dengan fokus utama membekali generasi muda pesantren dengan kecakapan media digital.
Kelima santri yang menjadi representasi pesantren tersebut adalah Firoh, Maisun, Azka, Indah, dan Nisa’ul. Mereka dipilih secara khusus untuk mendalami mekanisme kerja media daring sebagai upaya memperkuat narasi positif pesantren di ruang publik. Melalui bimbingan intensif, para santri ini tidak hanya dipersiapkan sebagai kader pemimpin di lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai agen komunikasi yang mampu menjembatani nilai-nilai kepesantrenan dengan kemajuan teknologi informasi. Keikutsertaan mereka menandai langkah konkret pihak yayasan dan madrasah dalam mencetak santri yang “melek media” dan memiliki daya saing tinggi di era keterbukaan informasi.
Membangun Narasi Positif Lewat Konten Digital
Dalam sesi pelatihan yang dipandu langsung oleh narasumber ahli, Mulyono, S.H., para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai anatomi website, teknik penulisan berita yang objektif, hingga strategi pengelolaan konten yang edukatif. Mulyono menekankan bahwa di era saat ini, website bukan sekadar kanal informasi statis, melainkan sarana publikasi strategis yang mampu membangun citra lembaga secara luas. Para santri diajak untuk mengeksplorasi potensi teknologi informasi sebagai instrumen dakwah dan komunikasi yang efektif, guna memastikan bahwa syiar-syiar pesantren tetap relevan dan mampu menjangkau audiens lintas generasi secara global.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MA Manba’ul A’laa Purwodadi dalam mengintegrasikan kurikulum kepemimpinan dengan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Pihak sekolah berharap, melalui pembekalan jurnalistik ini, para santri mampu menyaring informasi (tabayyun) dengan lebih bijak sekaligus memproduksi konten-konten berkualitas yang menginspirasi. Dengan semangat menjaga tradisi dan merangkul modernitas, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan jurnalis-jurnalis muda dari kalangan santri yang siap menjaga marwah pesantren di kancah media digital Indonesia.
Editor : Nurul Laili Khasanah
Tinggalkan Komentar