PURWODADI — Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai sarana peningkatan kualitas spiritual dan keterampilan praktis, MA Manba’ul A’laa Purwodadi menyelenggarakan program kokurikuler intensif bagi para siswanya. Program yang berfokus pada pelatihan khitobah, bilal, serta khatib khutbah Jum’at ini dirancang untuk membekali siswa dengan kecakapan publik yang berlandaskan nilai-nilai syariat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid Manba’ul A’laa ini tidak hanya sekadar rutinitas musiman, melainkan sebuah ikhtiar strategis sekolah dalam mencetak kader dakwah yang mumpuni dan siap terjun ke tengah masyarakat dengan bekal mental serta retorika yang kuat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi mentoring komprehensif yang dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak tanggal 26 Februari hingga 2 Maret 2026. Dalam fase krusial ini, para siswa mendapatkan bimbingan teknis mengenai tata cara khitobah yang komunikatif, teknik vokal dalam tugas bilal, hingga penguasaan rukun dan etika khutbah Jum’at.
Proses pendampingan ini berfungsi sebagai ruang kurasi untuk menyeleksi perwakilan terbaik dari kelas X dan XI (A, B, C, dan D). Melalui bimbingan langsung dari para guru, siswa tidak hanya diajarkan aspek teoritis, tetapi juga ditekankan pada pentingnya adab dan kedalaman konten dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan.

Kompetisi Sebagai Ajang Pembuktian Bakat Dakwah
Setelah melalui fase pembekalan yang intens, antusiasme siswa berlanjut pada sesi kompetisi sebagai tolok ukur keberhasilan pelatihan. Lomba khitobah diselenggarakan selama empat hari, yakni pada tanggal 4 hingga 7 Maret 2026, yang menjadi panggung bagi para orator muda untuk menunjukkan kemampuan persuasi dan penguasaan materi di hadapan dewan juri.
Tak berhenti di situ, semangat kompetitif para siswa kembali diuji dalam lomba bilal dan khutbah Jumat yang dilaksanakan pada 9 hingga 10 Maret 2026. Seluruh rangkaian lomba ini diikuti oleh para delegasi kelas yang telah lolos seleksi mentoring, menjadikan Masjid Manba’ul A’laa sebagai pusat syiar dan kreativitas siswa selama bulan Ramadhan.
Program perdana yang dilaksanakan ini berada di bawah tanggung jawab penuh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Abdul Khamid, S.Pd. Beliau menegaskan bahwa integrasi antara kurikulum akademik dan praktik keagamaan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter lulusan yang seimbang secara intelektual dan spiritual.
Dengan adanya program ini, MA Manba’ul A’laa berharap para siswa tidak hanya cerdas di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam kegiatan ibadah di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing, membawa kemaslahatan melalui keterampilan dakwah yang telah diasah secara terstruktur.
Editor : Nurul Laili Khasanah
Tinggalkan Komentar