KUALA LUMPUR – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Grobogan. Nurul Laili Khasanah, seorang pendidik, bersama siswanya, Muhammad Haramain dari MA Manba’ul A’laa Purwodadi, terpilih menjadi delegasi dalam program internasional Changemaker Youth ASEAN Excursion #4.
Program yang diselenggarakan oleh Changemaker Indonesia ini berlangsung pada 6–10 April 2026, melintasi dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Bersama 30 delegasi terpilih lainnya dari seluruh penjuru Indonesia, mereka membawa misi untuk memperluas wawasan global dan melakukan pertukaran budaya serta edukasi.
Eksplorasi Budaya dan Arsitektur Malaysia
Pada hari pertama, Senin (6/4), perjalanan dimulai dengan mengeksplorasi ikon-ikon penting di Malaysia. Para delegasi mengunjungi kemegahan Masjid Putra Jaya, pusat cokelat Beryl’s Chocolate Factory, hingga menelusuri tangga ikonik di Batu Caves. Perjalanan hari pertama ditutup dengan kunjungan ke Menara Kembar Petronas dan Malaysia Tourism Center (Matic) sebelum akhirnya beristirahat di Hotel Nusa CT, Johor Bahru.
Nurul Laili Khasanah mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas kesempatan ini.
“Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan peluang besar bagi kami untuk memahami dinamika pendidikan dan budaya di ASEAN. Saya berharap pengalaman ini dapat saya bawa pulang untuk memotivasi rekan guru dan siswa di Purwodadi,” ujar Laili.
Singapura: Inovasi dan Kunjungan Akademik
Selasa (7/4), rombongan bertolak menuju Singapura. Fokus utama adalah mengunjungi National University of Singapore (NUS), universitas peringkat atas dunia, untuk melihat langsung lingkungan akademiknya. Selain itu, mereka juga mengunjungi Jewel Changi Airport, Merlion Park, Gardens by the Bay, dan Universal Studios Singapore.
Setelah seharian di Singapura, delegasi kembali ke Malaysia dan menginap di Apartment Fahrenheit Suites, Kuala Lumpur. Agenda berikutnya adalah memperdalam wawasan akademik di kampus-kampus ternama Malaysia, seperti University of Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dan UniKL.
Muhammad Haramain merasa sangat beruntung dapat melihat langsung kampus-kampus kelas dunia tersebut di usia sekolah.
“Bisa mengunjungi kampus seperti NUS dan Universiti Malaya adalah mimpi yang jadi kenyataan. Melihat langsung fasilitas dan atmosfer di sana membuat saya semakin semangat untuk terus belajar dan bercita-cita kuliah di luar negeri,” kata Haramain dengan penuh semangat.
Puncak Kegiatan: FGD dan Sesi Awarding
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para delegasi dibagi menjadi lima kelompok untuk melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) dan presentasi mengenai isu-isu SDGs (Sustainable Development Goals) serta solusi kreatif untuk kawasan ASEAN. Program ini resmi berakhir dengan sesi Awarding sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para delegasi selama kegiatan berlangsung.
Keikutsertaan delegasi dari MA Manba’ul A’laa Purwodadi ini membuktikan bahwa potensi daerah mampu bersaing dan bersuara di kancah internasional melalui program-program pemberdayaan pemuda yang tepat.
Admin
Semoga MA Manba’ul A’laa semakin berkembang dan berkibar di kancah regional dan internasional.
Aamiin,, pangestunipun
Tinggalkan Komentar